Memenuhi kebutuhan spiritual warga muslim di Bintaro Jaya 3A yang saat itu masih belum tersedia wadah untuk rumah ibadah, antusiasme warga tetap tidak terbendung dimana pada saat-saat bulan suci ramadhan dilaksanakan sholat taraweh keliling di rumah-rumah warga dengan kondisi seadanya. Pada saat kita memerlukan lahan untuk rumah ibadah, tersentuhlah pemikiran untuk memberdayakan lahan taman di Jalan Mandar X yang cukup luas, disamping kondisi pada saat itu taman tersebut sering digunakan tempat bertemu muda-mudi yang sangat tidak bisa diterima warga karena menjurus kepada hal-hal perbuatan tercela. Para pemuka warga Mandar Bintaro Jaya 3A memberanikan diri untuk menggagas taman tersebut supaya digunakan untuk rumah ibadah/masjid. Taman atau tanah yang peruntukkan sebenarnya untuk taman ini, sudah diserahkan PT.Jaya Real Property kepada Pemda Tangerang. Sehingga ijin untuk merubah peruntukkan sebagai fasilitas umum diajukan ke Pemda Tangerang dan disetujui.

Masjid Assalaam Bintaro Jaya 3A, dibangun oleh Yayasan Assalaam yang diketuai oleh H.ANDI MUHAMMAD THAMRIN dan pembangunan masjid merupakan swadaya dari masyarakat sendiri, sedangkan untuk perencanaan serta pembangunan mesjid Assalaam dibentuk team yang lebih dikenal dengan PANITIA PEMBANGUNAN MASJID ASSALAAM (PPMA) diketuai oleh H. BAMBANG SUBANDIO serta SIMON HUTAGALUNG sebagai wakil Ketua dan didukung oleh segenap potensi warga Bintaro Jaya 3A, diantaranya Ir. H. HENDRO MARTONO (alm) saat itu sebagai Ketua RW10 Bintaro Jaya 3A, H. SUMARNO B.Ac, Sip sebagai Sekretaris PPMA, Ir. H. AMIR SYAHRIL sebagai arsitek bangunan Masjid, Ir. H. DANANG TRIATMOKO sebagai penanggung jawab pembangunan Masjid, Ir. SYAHRIZAL YUSUF dibantu oleh H. SOFYAN YASIR sebagai penggalang dana, LOGO Masjid Assalaam diciptakan oleh keluarga RAYMOND CHATAB, beserta seluruh warga dari RT 01 sampai dengan RT08, disamping para donator tentunya.

Berbekal surat keputusan Ketua Yayasan Assalaam no.001/SK.Y.ASS/IV/1998 tentang penujukkan team PPMA, Ijin pembangunan Bupati Kepala daerah TK. II Tangerang No. 593/SK.208-PLK/1998 tanggal 23 Desember 1998, Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) no.645/861-DTRB/2001 tanggal 1 Oktober 2001 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang, serta cetak biru yang terdiri dari gambar struktur dan denah bangunan maka pembangunan Masjid Assalaam secara legal sudah dapat mulai pelaksanaannya. Pencangkulan pertama fondasi Masjid Assalaam bertepatan dengan tanggal 1 Ramadhan 1419 H. Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Assalaam dan siraman air zam-zam oleh Ketua PPMA H. BAMBANG SUBANDIO pada tanggal 16 Januari 1999 (27 Ramadhan 1419 H). Pada kurun waktu satu tahun sejak pencangkulan pertama, bangunan masjid sudah dapat difungsikan untuk sholat taraweh berjamaah dan pada tahun kedua proses pembangunan, Masjid Assalaam secara resmi telah digunakan untuk Sholat lima waktu berjama’ah dan Sholat Jum’at dibawah koordinasi Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid Assalaam (DKM), pimpinan Ir.H.Hadi Tjahyono,MM dan Ir.H.Arif Purbadi,MBA. Pembangunan dapat diselesaikan dan diresmikan pada hari Ahad – tanggal 9 Juni 2002/27 Rabiul Awwal 1423 H oleh Bupati Kepala Daerah Tk II Tangerang.

Masjid Assalaam Bintaro Jaya 3A ini terdiri dari 2 lantai. Lantai bawah digunakan untuk ruang salat utama, sedangkan lantai atas digunakan untuk sholat dan sebagian ruangan digunakan ruang pendidikan Taman Pengajian Al-Quran serta perpustakaan Masjid. Secara keseluruhan masjid dapat menampung 600-700 jemaah, yaitu lantai bawah dan atas. Ruang bawah merupakan ruang shalat utama terdapat dinding kiblat, dengan ruang migrab lengkap disertai dengan tulisan kaligrafi yang artinya bisa disimak pada buku yang khusus diterbitkan dengan judul, LAPORAN AKHIR PEMBANGUNAN MESJID ASSALAAM BINTARO JAYA 3A dalam web site ini.

Sehubungan dengan semakin meningkatnya kebutuhan warga muslim Bintaro Jaya Sektor 3A terhadap Masjid Assalaam dan semakin bertambahnya jumlah jam’ah, Bupati Tangerang dengan surat izin no: 593/9255-Asset/2008 tanggal 30 Desember 2008 telah memperpanjang pemanfatan tanah fasilitas sosial milik Pemerintah Kabupaten Tangerang selama 10 tahun dan memperluas tanah peruntukkan Masjid Assalaam menjadi seluas 2.940 m2.

Download-PDF-button1